Monday, June 2, 2014

Resume Buku : Kumpulan Cerita Sains untuk anak - 2

Resume Buku : Kumpulan Cerita Sains untuk anak - 2
Penerbit        : Bhuana Ilmu Populer



Memang korea terkenal dengan kemampuannya menjabarkan buku pengetahuan menjadi sesuatu yang mudah dicerna. Dan kembali lagi lewat buku ini juga saya terpukau dengan kemampuan penulis naskan dan illustrator untuk memberikan pemahaman tentang ilmu pengetehuan dengan mudah. 

Di bagian pertama sudah dibuka dengan cerita membedakan buah dan sayur ? Nah loh, sebagai orang dewasa pertanyaan dari anak-anak ini pasti cukup membuat kita harus mencari referensi dulu kan. 

Di buku ini kisahnya dimudahkan tentang bagaimana sekumpulan kelinci yang terancam akan dimakan oleh seekor beruang besar. Dengan pengetahuannya para kelinci ini menawarkan berbagai macam sayuran, maksudnya sih supaya si beruang kenyang dan tidak jadi memakan mereka . Tetapi dasar memang si beruang fitrahnya harus makan banyak, maka sekian sayuran sudah diberikan tetap saja masih belum kenyang juga.  Maka seekor kelinci muda pun mencoba menghalau si beruang besar dengan akal yang cerdik. Dia memberikan sayuran yang berbentuk bungkusan dengan isi sayuran-sayuran lain. Nah diberikan makanan berupa sayuran ini ke si beruang, sekian menit kemudian si beruang merasa kepedasan dan mencari-cari air lalu pergi meninggalkan kumpulan kelinci. Ternyata dalam makanan tadi berisi.. sayuran seperti bawang putih, bawang merah dan juga cabai..tentu saja si beruang akan lari tunggang langgang..hehe.

Kisah selanjutnya adalah tentang Simbiosis Mutualisma…Nah masa sih topic begini bisa disampaikan mudah ke anak-anak usia bawah SD macam mas Wise. Bagaimana dua mahluk hidup bisa bekerjasama saling berdampingan dan sama-sama mendapatkan keuntungan ? Tetapi sangatlah mudah dicerna bagaimana dua mahluk hidup yaitu buaya dan burung plover yang saling membantu satu sama lain diceritakan berselisih paham. Padahal selama ini kan si burung plover membantu buaya untuk membersihkan gigi-giginya, plover akan mematuki sisa makananan di gigi buaya sehingga buaya bisa tetap bersih giginya. Suatu hari si burung plover agak sedikit terlalu keras mematuki gigi buaya, dan buaya pun marah, Mereka kemudian bertengkar dan menganggap satu sama lain tidak membutuhkan. 

Bahkan si buaya pun bersikeras mencari teman lain untuk membersihkan giginya, maka berkelanalah dia hingga bertemu burung jalak dan kerbau, kepiting dan anemone, serta ikan paus dan remora…karena mereka sudah berkepentingan dan berpasangan satu sama lain untuk membantu tentu saja tidak ada yang mau menjadi pasangan buaya dan membersihkan giginya.  Di akhir cerita, buaya dan burung plover berdamai. Mereka sadar bahwa satu sama lain saling membutuhkan dan belajar bahwa banyak teman-teman binatang lainnya yang saling membantu satu sama lain.

Masih banyak kisah di buku ini yang mengenalkan tentang sains atau ilmu pengetahuan dengan bahasa dan kisah yang mudah dicerna. Dan karena saya dapat dari hasil hunting di toko buku bekas, maka membuatnya lebih menarik lagi untuk dibaca dan dibahas bersama mas Wise.
 

Wednesday, April 2, 2014

Long Weekend … Cileduk









Kali ini mo cerita tentang long weekend  kemarin, Bunda , Cav , Mas Wise sama Adek Zhi pergi ke rumah Eyang. Kali ini ga sama Bio…tapi sama Vio. Memang Eyang Uti juga dah kangen sama cucu-cucu gantengnya, plus jalan-jalan di long weekend ini hukumnya wajib karena pas Bunda juga lagi ada jadwal ini dan itu.

Jalan minggu pagi, dan mampir dulu ke Pasar Kaget UIN buat beli makanan untuk di jalan sama nengok si lapak si Om. Actually memang udah sedikit addict buat mampir di lapak si om. Perjalanan dilanjutkan melintasi simpang BP hingga pasar Cipadu, belok ke Taman Asri hingga tibalah di AW 47. 

Sorenya kita planning nonton Bioskop, opsi terdekat cuma BP dan CBD. Niat awal mau nonton Paddle Pop Singa Pemberani karena 3D, tetapi demi kemaslahatan bersama dan terlebih karena alasan bunda “Itu Film, kan nanti bisa dibeli dengan 5 Es Krim” akhirnya kita nonton HoodWinked Too (2).  Karena film baru akan dimulai 14:40 dan kita masih harus menunggu 1 jam kedepan, maka kita putuskan untuk Karaoke…Yihaaa. Dan karaokelah kita sama Onti Ayu dengan lagu Coboy Junior hehehe, cari yang aman dari hal yang paling tidak aman. Selesai 1 jam , kurang 10 menit kita langsung ke lantai atas XX1 lagi. Beli popcorn medium sama minumannya mas Wise.

Hoodwinked 2 ini adalah film animasi tentang ahli beladiri “Si Gadis Berkerudung Merah” alias Red Riding Hood. Dimana di film ini dia adalah agen dari sebuah badan intelijen bernama “Happily Ever After” yang punya tugas membasmi pihak-pihak jahat dan usil dengan agenda membuat ending “Happily Never After”.

Kali ini dia harus berhadapan dengan musuh nenek sihir serta Hansel dan Gretel, anak-anak kecil beraksen jerman nakal yang ingin mencurii resep mahasuper yaitu Kue Truffle dari perguruan Siter Riding Hood. Dimana ini kue akan membuat orang yang memakannya menjadi kuat dan berkekuatan dahsyat. Dan si Red, harus bahu membahu sama temen satu timnya yang koplak yaitu Wolf si serigala dan Twitch si tupai. Dan isinya adalah aksi kocak tim ini mengalahkan Hansel dan Gretel bersama pasukan Piggy-nya.

Mas Wise cuma bertahan setengah jam kemudian dengan asyiknya terlelap pulas dalam bioskop. Jadi yang nonton ini cuma Cav, Bunda, sama Onti Ayu. Film habis, bangunin mas Wise dan ya udahlah kita pulang, kembali untuk menghabiskan malam di AW47, simple but for us is another great long weekend.

Monday, March 17, 2014

Kura – Kura Ninja [Gahar]








Kali ini Cav akan mereview tentang mainan Mas Wise … masih seputar hasil hunting juga.  Mainan ini  adalah Kura – Kura ninja alias Teenage Mutant Turtle (TMNT) versi gahar dengan tokohnya Michelangelo. Adalah hukum wajib kalo hunting barang loose  untuk meraba bagian bawah dari si item. Dan ini yang menarik bagian bawah dari item action figure ini  menyatakan bahwa ini diproduksi oleh Playmate  Mirage Studio  tahun 1995… yippiee another vintage lagi. 

Berselancar dan tenggalamlah di dunia maya untuk mencari info lebih lanjut. Dan memang item ini layak diteliti lebih lanjut, seri TMNT ini dirancang berdasar desain dan sketsa dari Jim Lee lewat mini komik TMNT-nya. Nah Om Jim Lee ini adalah komikus terkenal amerika yang jadi penggambar banyak komik superhero macam Batman, Superman, Justice League dsb.  Dan memang hasil gambar dan goresan Jim Lee untuk komik-komiknya lebih menggambarkan anti hero dibanding superhero. Dan pupil matanya juga ga dihadirkan, senada dengan model TMNT vintage yang memang ga mau menghadirkan TMNT yang unyu-unyu.

Kalo dari segi tampilan, jelas Michelangelo jadi lebih gahar di perspektifnya Jim Lee. Namanya juga loose tentu saja item ini kurang lengkap, kalo dari gambar yang masih MIB (mint in box) Senjatanya yang kurang lengkap. Eh, ada juga yang kurang lengkap…saudara-saudara Mike yaitu 3 TMNT lain…Ngarep :-p. Warna putih kontras dengan hijau badan si Mike, dan juga ada selang tambahan macam Bane nya The Dark Knight. 

Bentuknya bahkan lebih besar dari TMNT versi Nickleodeon yang baru rilis tahun kemarin. So, karena euforia TMNT bahkan digadang-gadang diremake sama Michael Bay (Sutradara Transformers-red) tahun ini dan juga Megan Fox yang jadi April O’neal nya. Item ini layak menjadi salah satu hasil hunting teroke bulan ini.

Sunday, March 9, 2014

CiNang…



Bila menilik kata cireng, secara epistomologis cireng berasal dari dua kata Aci dan Goreng ya memang kurang lebihnya ini adalah produk sagu yang dibumbui kemudian digoreng. Agak ambigu juga dengan kata ini, karena bila merujuk ke daerah asal penganan ini yaitu Jawa barat maka kata Goreng yang juga berarti jelek atau buruk tentu membuat penganan ini berkonotasi negatif senada dengan sebagian besar orang yang menilai bandung adalah kota wisata “ituan”.

Terlepas dari “ituan”, eh kok maksud saya dari arti bahasa. Cireng cukuplah populer di ibukota Jakarta sampai Tangsel sini, dengan merajalelanya tukang gorengan (menjual berbagai penganan kecil bertepung yang digoreng-red) yang setiap hari memikat secara visual dengan tampilan kaca gerobak gorengannya. Dan gorengan layak ditasbihkan sebagai makanan setiap waktu di Indonesia tercinta ini, pagi, siang hingga malam tak lepasnya kita ini dari gorengan.  

Kembali ke CiNang, seorang teman STM kami…okelah sebut inisialnya Ganang J menawarkan produk terkini, fantastik dengan keluaran mesin terbaru bernama … Cireng. Hahaha…lebay sekali ya pengantarnya, tapi yang menarik adalah bagaimana Cireng ini bisa membuat atau membantu sosialisasi antara manusia. 

Kalo Abraham Maslow dalam piramida kebutuhan menetapkan bahwa kebutuhan sosialiasi manusia ada di peringkat ketiga diatas kebutuhan manusia untuk mengaktualisasi dirinya. Maka kisah Mahabrata yang termahsyur itu pun menceritakan bahwa sosialisasi adalah cara para pandawa menyiapkan diri mereka secara jiwa dan raga untuk siap dalam perang Bharatayudha (Episode Pandawa kalah sayembara dan menyamar menjadi warga biasa – red). Nah Cireng ini dengan saktinya mampu juga menjadi media manusia untuk bersosialisasi lebih lanjut dengan teman-teman masa lalunya.

Oke, digampangkan pembahasannya. Sistem order Cireng ini bisa menjadi salah satu sarana sosialisasi dengan teman-teman angkatan enam yang memang sudah sulit untuk bertemu bila tidak dengan alasan “kerja”. Maafkan saya untuk tanda kutipnya, tapi memang di dunia yang tentu lebih besar dari daun kelor ini kebanyakan interaksi dengan teman-teman angkatan hanya karena terkait pekerjaan. 

Dan si Cireng ini memampukan beberapa manusia untuk menghindarkan batasan kebutuhan kerja dan aktivitas menjadi kebutuhan jual-beli, produsen-konsumen dalam bahasa lain. Kalau kita, okelah sebutlah saya membeli Cireng langsung di tukang gorengan…maka ya sudah setelah beli, gigit,telan dan sampai di usus besar selesailah proses ini. Atau menggunakan perbandingan yang sama saya pesan di kaskus atau toko bagus Cireng, maka setelah abang-abang Tiki JNE datang proses berikutnya adalah menunggu dengan manis istri tercantik menggoreng kemudian menyantap, telan, gigit dan sampai ke usus besar. 

Cerita cireng yang ini masih terkait sama penjual alias produsennya yaitu kang mase Ganang yang sudah terkenal seantero jagat persilatan dengan kapak naga geni 212 nya….loh kok bias gini. 

Cireng memampukan pertemuan dua orang yang atas dasar penjual dan pembeli kemudian beralih menjadi penjual mendapat orderan lain selain cirengnya tadi.  Lohh kok bisa, ya pasti ada korelasinya bilamana ada projek lain yang diberikan kepada juragan cireng karena beliaunya ini punya PT Palu Gada (Apa lu punya projek gua siap sedia).

Sekarang soal produk, ini produk cireng oke punya. Sehabis digoreng, renyahnya berasa banget dan juga sambel rujaknya yang memang pas ketemu jodohnya kaya bang ben ma neng ida royani. Mungkin yang diperlukan adalah SPG yang cantik macam Jessica Alba yang mau anter ke rumah atau sediain tester yang dah digoreng di pojok kantin..hehe.
Maka bolehlah sedikit bermuluk-muluk kalau kangmase ganang bisa tetap mempertahankan kualitas produknya. Kalo boleh meminjam bukunya Porter yang memuat Diferensiasi Produk, bahwa kalo produsen yang udah keren banget tuh brandnya udah terindentifikasi dan tertanam jelas di pelanggannya. Ya kalo yang dah kaya gini dah pasti loyalis banget tuh si pelanggan. 

Ya…lebih kurangnya ini cuma tulisan saya buat forum STM Angkatan Enam yang selalu saya cintai…Keep Spirit Up Brother.